Penulis : Syaikh Hamud Bin Ibrahim As-Sulaim
بسم الله الرحمن الرحيم
Allah Azza wa Jalla berfirman:
وَاسْتَفْزِزْ مَنِ اسْتَطَعْتَ مِنْهُمْ بِصَوْتِكَ وَأَجْلِبْ عَلَيْهِمْ بِخَيْلِكَ وَرِجْلِكَ وَشَارِكْهُمْ فِي الأَمْوَالِ وَالأَوْلادِ وَعِدْهُمْ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلا غُرُوْراً
“Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan suaramu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka.”
Akhi Muslim, Ukhti Muslimah,
Nash Al Qur’an dan As Sunnah telah menerangkan tentang haramnya Nyanyian, lagu, dan musik serta alat-alatnya. Dan Allah Azza wa Jalla telah menyebutkan di dalam Al Qur’an bahwa menggunakannya salah satu sebab kesesatan dan menjadikan ayat-ayat Allah sebagai olok-olokan, Allah berfirman:
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَى الْحَدِيْثِ لَيُضِلَّ عَنْ سَبِيْلِ اللهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذُهَا هُزُواً أولئِكَ لَهُمْ عَذَاٌب مُهِيْنٌ
“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh adzab yang menghinakan.”
Dan para ulama (di anatara mereka Abdullah bin Mas’ud) telah menafsirkan bahwa yang dimaksud Lahwal Hadits (Perkataan yang tidak berguna) dalam ayat tersebut adalah lagu dan alat musik serta setiap suara yang menghalangi kebenaran.
Lagu merupakan bencana bagi hati, yang mendorong manusia kepada kejahatan dan memalingkannya dari kebaikan. Allah Azza wa Jalla telah mengecam Al Lahwu (sesuatu yang tidak bermanfaat) dan mengancam orang yang mengerjakannya dengan adzab yang pedih. Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda dalam haditsnya yang shahih:
“Akan ada dari ummatku segolongan manusia yang menghalalkan zina, sutra, khamer dan Al Ma’aazif (alat-alat musik)…” (HR. Bukhari)
Al Ma’aazif adalah lagu dan alat-alat musik. Dan Al Hadits tersebut diatas telah mengharamkannya serta mencaci orang yang melakukannya atau menghalalkannya seperti orang yang menghalalkan khamer dan zina.
Sebagaimana diketahui bahwa seseorang yang mendengarkan dan cendrung kepada lagu atau musik, kurang akal dan rasa malunya, hilang tatak ramahnya, dan lenyap wibawanya, lemah imannya, membaca Al Qur’an berat baginya, syetan bergembira dengannya, kemudian iapun menghiasi kekejian dan menggiringnya kepada kemaksiatan dan kemunkaran.
Tidakkah Anda berpikir wahai Hamba Allah ? Dengan kematian yang tidak bisa ditolak dan dihindari ? di sana tiada bermanfaat penyesalan. Hilangkanlah tutup kelalaian dari hati Anda ! karena Anda berdiri di hadapan Dzat yang mengetahui khianatnya pandangan dan rahasia hati, dan di hadapan Dzat yang akan menghisab Anda kelak :
“Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Rabbmu), tiada satupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah).” (QS. Al Haqqah 18)
Maka jauhilah lagu dan Musik, karena ia dapat mengurangi Agama, Akal dan Rasa Malu Anda, menghancurkan Tatak Ramah dan Akhlaq, menghalangi dari Dzikir dan dari Shalat dan pelakunya terancam dengan Siksaan yang Maha Perkasa.
Alih bahasa : Ustd. Zezen Zainal Mursalin,Lc
Sumber :http://www.icmkendari.com/
Selasa, 02 November 2010
HADROH
Hadroh untuk syiar keagamaan (4)
01 Jul 2010
* Headline
* Pos Kota
Hadroh untuk syiar keagamaan (4)
SEJARAH munculnya musik tradisional Hadroh berasal dari Kampung Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Tokoh legendaris Hadroh, Mudehir konon a adalah tuna netra. Mudehir memiliki keterampilan memainkan Hadroh secara sempurna.
Variasi pukulannya sangatkaya. Bahkan dengan kakinya, suara rebana yang dipukul masih sempurna. Suaranya indah, daya hafalnya atas syair Dm wan Hadroh sangat baik. Sepeninggal Mudehir pada tahun 1960, Hadroh seperti mati suri. Geliatnya perlahan nyaris tinggal kenangan. Beruntungdalam beberapa tahun terakhir ini, musik tradisional asal Betawi tersebut muncul lagi.
Beberapa tokoh Betawi dan elemen masyarakat mencoba menghidupkannya. Salah satunya adalah Habib Hasan Bin Jafar Assegaf. Melalui Majelis Taklim Nurul Musthofa, Habib Hasan membentuk Grup Ha-droh bernama Nurul Musthofa.
Lagu-lagu dan warna musik Hadroh yang cenderung religi dikatakan Djohari, Sekjen Majelis Taklim Nurul Musthofa, memungkinkan jenis musikini berkembang di sekitar majelis taklim maupun mesjid. Ini tak lepas dari sejarah Hadroh itu sendiri di mana sejak awal banyak digunakan untuk acara keagamaan dan perkawinan adat Betawi.
SYIAR AGAMA
"Untuk kepentingan syiar agama, kami mendirikan Hadroh. Sekaligus juga untuk melestarikan budaya Betawi," tutur Djohari yang juga Wakil Camat Setiabudi. Lagu-lagu Hadroh diambildari syair Diiwan dan Addi-baai. Ciri khas dari kesenian Hadroh ini adalah adu zikir. Dalam adu zikir, ditampilkan dua grup yang silih berganti membawakan syair Diiwan Hadroh.
Grup yang kalah umumnya karena kurang hafal dalam membawakan syair Diiwan Hadroh. Alat musik Hadroh sangat sederhana, yakni rebana. Hanya saja cara memainkan rebana Hadroh bukan dipukul biasa tapi dipukul seperti memainkan gendang. Ada tiga instrumen rebana Hadroh, yakni bawa, ganjilatau seting, dan gedug. Bawa berfungsi sebagai komando, ciri kahs irama pukulannya lebih cepat. Ganjil atau seting berfungsi saling mengisi dengan bawa, dan gedug berfungsi sebagai bas.
Jenis pukulan rebana Hadroh ada empat yaitu tepak, kentang, gedug danpentil. Empat jenis pukulan itu dilengkapi dengan namanama irama pukulan yakni jalan, sander, sabu, pegatan, sirih panjang, sirih pendek dan bima.
GEMAR KESENIAN
Grup Hadroh Nurul Mustho-fa yang bermarkas di Ciganjur, Jakarta Selatan tersebut beranggotakan 42 orang. Sebagian besar merupakan generasi muda yang gemar berke-senian. Tiap malam Minggu, grup yang berdiri sejak 1984 ini selalu bertemu baik untuk tampil maupun sekedar berlatih. Awalnya Hadroh Nurul Musthofa didirikan untuk kepentingan siar agama Islam. Bersiar melalui musik, jauh lebih menarik dibanding dengan caraara yang monoton.
Belakangan, selain untuk kepentingan siar, Hadroh juga menjadi media bagi generasimuda untuk menyalurkan bakat seninya. "Beberapa lagu dari Hadroh Nurul Musthofa sudah menjadi nada sambung telepon seluler," tambah Djohari. Rebana Hadroh pernah ada di kampung Grogol Utara, Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Kalibata, Duren Tiga, Utan Kayu, Kramat Sentiong dan Paseban. Sayangnya Grup Hadroh tersebut kini tinggal kenangan.
Munculnya grup Hadroh semacam Nurul Musthofa, diharapkan mampu menghidupkan kembali budaya Betawi yang nyaris punah tersebut, (rn. kurniawati/ds/t)
Entitas terkaitAlat | Bawa | Bersiar | Beruntungdalam | Betawi | Ciri | Diiwan | Djohari | Dm | Duren | Ganjil | Geliatnya | Grogol | Grup | Hadroh | Jenis | Kebayoran | Mudehir | Munculnya | Nurul | Sebagian | SEJARAH | Sekaligus | Suaranya | Tiap | Tokoh | Utan | Variasi | GEMAR KESENIAN | Habib Hasan | Jakarta Selatan | Kampung Pondok | Kramat Sentiong | Rebana Hadroh | Sepeninggal Mudehir | SYIAR AGAMA | Wakil Camat | Grup Hadroh Nurul | Hadroh Nurul Musthofa | Sayangnya Grup Hadroh | Awalnya Hadroh Nurul Musthofa | Habib Hasan Bin Jafar | Melalui Majelis Taklim Nurul | Sekjen Majelis Taklim Nurul |
Ringkasan Artikel Ini
Hadroh untuk syiar keagamaan (4). Lagu-lagu dan warna musik Hadroh yang cenderung religi dikatakan Djohari, Sekjen Majelis Taklim Nurul Musthofa, memungkinkan jenis musikini berkembang di sekitar majelis taklim maupun mesjid. Ini tak lepas dari sejarah Hadroh itu sendiri di mana sejak awal banyak digunakan untuk acara keagamaan dan perkawinan adat Betawi. GEMAR KESENIAN Grup Hadroh Nurul Mustho-fa yang bermarkas di Ciganjur, Jakarta Selatan tersebut beranggotakan 42 orang. Rebana Hadroh pernah ada di kampung Grogol Utara, Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Kalibata, Duren Tiga, Utan Kayu, Kramat Sentiong dan Paseban. Munculnya grup Hadroh semacam Nurul Musthofa, diharapkan mampu menghidupkan kembali budaya Betawi yang nyaris punah tersebut, (rn.
Jumlah kata di Artikel : 477
Jumlah kata di Summary : 107
Ratio : 0,224
*Ringkasan berita ini dibuat otomatis dengan bantuan mesin. Saran atau masukan dibutuhkan untuk keperluan pengembangan perangkat ini dan dapat dialamatkan ke tech at mediatrac net.
01 Jul 2010
* Headline
* Pos Kota
Hadroh untuk syiar keagamaan (4)
SEJARAH munculnya musik tradisional Hadroh berasal dari Kampung Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Tokoh legendaris Hadroh, Mudehir konon a adalah tuna netra. Mudehir memiliki keterampilan memainkan Hadroh secara sempurna.
Variasi pukulannya sangatkaya. Bahkan dengan kakinya, suara rebana yang dipukul masih sempurna. Suaranya indah, daya hafalnya atas syair Dm wan Hadroh sangat baik. Sepeninggal Mudehir pada tahun 1960, Hadroh seperti mati suri. Geliatnya perlahan nyaris tinggal kenangan. Beruntungdalam beberapa tahun terakhir ini, musik tradisional asal Betawi tersebut muncul lagi.
Beberapa tokoh Betawi dan elemen masyarakat mencoba menghidupkannya. Salah satunya adalah Habib Hasan Bin Jafar Assegaf. Melalui Majelis Taklim Nurul Musthofa, Habib Hasan membentuk Grup Ha-droh bernama Nurul Musthofa.
Lagu-lagu dan warna musik Hadroh yang cenderung religi dikatakan Djohari, Sekjen Majelis Taklim Nurul Musthofa, memungkinkan jenis musikini berkembang di sekitar majelis taklim maupun mesjid. Ini tak lepas dari sejarah Hadroh itu sendiri di mana sejak awal banyak digunakan untuk acara keagamaan dan perkawinan adat Betawi.
SYIAR AGAMA
"Untuk kepentingan syiar agama, kami mendirikan Hadroh. Sekaligus juga untuk melestarikan budaya Betawi," tutur Djohari yang juga Wakil Camat Setiabudi. Lagu-lagu Hadroh diambildari syair Diiwan dan Addi-baai. Ciri khas dari kesenian Hadroh ini adalah adu zikir. Dalam adu zikir, ditampilkan dua grup yang silih berganti membawakan syair Diiwan Hadroh.
Grup yang kalah umumnya karena kurang hafal dalam membawakan syair Diiwan Hadroh. Alat musik Hadroh sangat sederhana, yakni rebana. Hanya saja cara memainkan rebana Hadroh bukan dipukul biasa tapi dipukul seperti memainkan gendang. Ada tiga instrumen rebana Hadroh, yakni bawa, ganjilatau seting, dan gedug. Bawa berfungsi sebagai komando, ciri kahs irama pukulannya lebih cepat. Ganjil atau seting berfungsi saling mengisi dengan bawa, dan gedug berfungsi sebagai bas.
Jenis pukulan rebana Hadroh ada empat yaitu tepak, kentang, gedug danpentil. Empat jenis pukulan itu dilengkapi dengan namanama irama pukulan yakni jalan, sander, sabu, pegatan, sirih panjang, sirih pendek dan bima.
GEMAR KESENIAN
Grup Hadroh Nurul Mustho-fa yang bermarkas di Ciganjur, Jakarta Selatan tersebut beranggotakan 42 orang. Sebagian besar merupakan generasi muda yang gemar berke-senian. Tiap malam Minggu, grup yang berdiri sejak 1984 ini selalu bertemu baik untuk tampil maupun sekedar berlatih. Awalnya Hadroh Nurul Musthofa didirikan untuk kepentingan siar agama Islam. Bersiar melalui musik, jauh lebih menarik dibanding dengan caraara yang monoton.
Belakangan, selain untuk kepentingan siar, Hadroh juga menjadi media bagi generasimuda untuk menyalurkan bakat seninya. "Beberapa lagu dari Hadroh Nurul Musthofa sudah menjadi nada sambung telepon seluler," tambah Djohari. Rebana Hadroh pernah ada di kampung Grogol Utara, Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Kalibata, Duren Tiga, Utan Kayu, Kramat Sentiong dan Paseban. Sayangnya Grup Hadroh tersebut kini tinggal kenangan.
Munculnya grup Hadroh semacam Nurul Musthofa, diharapkan mampu menghidupkan kembali budaya Betawi yang nyaris punah tersebut, (rn. kurniawati/ds/t)
Entitas terkaitAlat | Bawa | Bersiar | Beruntungdalam | Betawi | Ciri | Diiwan | Djohari | Dm | Duren | Ganjil | Geliatnya | Grogol | Grup | Hadroh | Jenis | Kebayoran | Mudehir | Munculnya | Nurul | Sebagian | SEJARAH | Sekaligus | Suaranya | Tiap | Tokoh | Utan | Variasi | GEMAR KESENIAN | Habib Hasan | Jakarta Selatan | Kampung Pondok | Kramat Sentiong | Rebana Hadroh | Sepeninggal Mudehir | SYIAR AGAMA | Wakil Camat | Grup Hadroh Nurul | Hadroh Nurul Musthofa | Sayangnya Grup Hadroh | Awalnya Hadroh Nurul Musthofa | Habib Hasan Bin Jafar | Melalui Majelis Taklim Nurul | Sekjen Majelis Taklim Nurul |
Ringkasan Artikel Ini
Hadroh untuk syiar keagamaan (4). Lagu-lagu dan warna musik Hadroh yang cenderung religi dikatakan Djohari, Sekjen Majelis Taklim Nurul Musthofa, memungkinkan jenis musikini berkembang di sekitar majelis taklim maupun mesjid. Ini tak lepas dari sejarah Hadroh itu sendiri di mana sejak awal banyak digunakan untuk acara keagamaan dan perkawinan adat Betawi. GEMAR KESENIAN Grup Hadroh Nurul Mustho-fa yang bermarkas di Ciganjur, Jakarta Selatan tersebut beranggotakan 42 orang. Rebana Hadroh pernah ada di kampung Grogol Utara, Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Kalibata, Duren Tiga, Utan Kayu, Kramat Sentiong dan Paseban. Munculnya grup Hadroh semacam Nurul Musthofa, diharapkan mampu menghidupkan kembali budaya Betawi yang nyaris punah tersebut, (rn.
Jumlah kata di Artikel : 477
Jumlah kata di Summary : 107
Ratio : 0,224
*Ringkasan berita ini dibuat otomatis dengan bantuan mesin. Saran atau masukan dibutuhkan untuk keperluan pengembangan perangkat ini dan dapat dialamatkan ke tech at mediatrac net.
MARAWIS
Marawis
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Perubahan tertunda ditampilkan di halaman iniBelum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari
Marawis adalah salah satu jenis "band tepuk" dengan perkusi sebagai alat musik utamanya. Musik ini merupakan kolaborasi antara kesenian Timur Tengah dan Betawi, dan memiliki unsur keagamaan yang kental. Itu tercermin dari berbagai lirik lagu yang dibawakan yang merupakan pujian dan kecintaan kepada Sang Pencipta.
[sunting] Sejarah
Kesenian marawis berasal dari negara timur tengah terutama dari Yaman. Nama marawis diambil dari nama salah satu alat musik yang dipergunakan dalam kesenian ini. Secara keseluruhan, musik ini menggunakan hajir (gendang besar) berdiameter 45 Cm dengan tinggi 60-70 Cm, marawis (gendang kecil) berdiameter 20 Cm dengan tinggi 19 Cm, dumbuk (sejenis gendang yang berbentuk seperti dandang, memiliki diameter yang berbeda pada kedua sisinya), serta dua potong kayu bulat berdiameter sepuluh sentimeter. Kadang kala perkusi dilengkapi dengan tamborin atau krecek. Lagu-lagu yang berirama gambus atau padang pasir dinyanyikan sambil diiringi jenis pukulan tertentu
Dalam Katalog Pekan Musik Daerah, Dinas Kebudayaan DKI, 1997, terdapat tiga jenis pukulan atau nada, yaitu zapin, sarah, dan zahefah. Pukulan zapin mengiringi lagu-lagu gembira pada saat pentas di panggung, seperti lagu berbalas pantun. Nada zapin adalah nada yang sering digunakan untuk mengiringi lagu-lagu pujian kepada Nabi Muhammad SAW (shalawat). Tempo nada zafin lebih lambat dan tidak terlalu menghentak, sehingga banyak juga digunakan dalam mengiringi lagu-lagu Melayu.
Pukulan sarah dipakai untuk mengarak pengantin. Sedangkan zahefah mengiringi lagu di majlis. Kedua nada itu lebih banyak digunakan untuk irama yang menghentak dan membangkitkan semangat. Dalam marawis juga dikenal istilah ngepang yang artinya berbalasan memukul dan ngangkat. Selain mengiringi acara hajatan seperti sunatan dan pesta perkawinan, marawis juga kerap dipentaskan dalam acara-acara seni-budaya Islam.
[sunting] Jumlah Pemain
Musik ini dimainkan oleh minimal sepuluh orang. Setiap orang memainkan satu buah alat sambil bernyanyi. Terkadang, untuk membangkitkan semangat, beberapa orang dari kelompok tersebut bergerak sesuai dengan irama lagu. Semua pemainnya pria, dengan busana gamis dan celana panjang, serta berpeci. Uniknya, pemain marawis bersifat turun temurun. Sebagian besar masih dalam hubungan darah - kakek, cucu, dan keponakan. Sekarang hampir di setiap wilayah terdapat marawis.
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Perubahan tertunda ditampilkan di halaman iniBelum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari
Marawis adalah salah satu jenis "band tepuk" dengan perkusi sebagai alat musik utamanya. Musik ini merupakan kolaborasi antara kesenian Timur Tengah dan Betawi, dan memiliki unsur keagamaan yang kental. Itu tercermin dari berbagai lirik lagu yang dibawakan yang merupakan pujian dan kecintaan kepada Sang Pencipta.
[sunting] Sejarah
Kesenian marawis berasal dari negara timur tengah terutama dari Yaman. Nama marawis diambil dari nama salah satu alat musik yang dipergunakan dalam kesenian ini. Secara keseluruhan, musik ini menggunakan hajir (gendang besar) berdiameter 45 Cm dengan tinggi 60-70 Cm, marawis (gendang kecil) berdiameter 20 Cm dengan tinggi 19 Cm, dumbuk (sejenis gendang yang berbentuk seperti dandang, memiliki diameter yang berbeda pada kedua sisinya), serta dua potong kayu bulat berdiameter sepuluh sentimeter. Kadang kala perkusi dilengkapi dengan tamborin atau krecek. Lagu-lagu yang berirama gambus atau padang pasir dinyanyikan sambil diiringi jenis pukulan tertentu
Dalam Katalog Pekan Musik Daerah, Dinas Kebudayaan DKI, 1997, terdapat tiga jenis pukulan atau nada, yaitu zapin, sarah, dan zahefah. Pukulan zapin mengiringi lagu-lagu gembira pada saat pentas di panggung, seperti lagu berbalas pantun. Nada zapin adalah nada yang sering digunakan untuk mengiringi lagu-lagu pujian kepada Nabi Muhammad SAW (shalawat). Tempo nada zafin lebih lambat dan tidak terlalu menghentak, sehingga banyak juga digunakan dalam mengiringi lagu-lagu Melayu.
Pukulan sarah dipakai untuk mengarak pengantin. Sedangkan zahefah mengiringi lagu di majlis. Kedua nada itu lebih banyak digunakan untuk irama yang menghentak dan membangkitkan semangat. Dalam marawis juga dikenal istilah ngepang yang artinya berbalasan memukul dan ngangkat. Selain mengiringi acara hajatan seperti sunatan dan pesta perkawinan, marawis juga kerap dipentaskan dalam acara-acara seni-budaya Islam.
[sunting] Jumlah Pemain
Musik ini dimainkan oleh minimal sepuluh orang. Setiap orang memainkan satu buah alat sambil bernyanyi. Terkadang, untuk membangkitkan semangat, beberapa orang dari kelompok tersebut bergerak sesuai dengan irama lagu. Semua pemainnya pria, dengan busana gamis dan celana panjang, serta berpeci. Uniknya, pemain marawis bersifat turun temurun. Sebagian besar masih dalam hubungan darah - kakek, cucu, dan keponakan. Sekarang hampir di setiap wilayah terdapat marawis.
f. Kunci Jawaban Formatif 1
1)Prinsip Kerja dan Konstruksi Main Clutch Assy :
Konstruksi Main Clutch
Clutch terdiri dari bos, disc plate, permukaan clutch, damper
spring dan damper plate. Permukaan clutch terbuat dari bahan
wooven, molded dan sintered alloy yang dipasang dengan paku
keling pada kedua permukaan disc. Pada permukaan clutch
yang bergesekan terdapat alur untuk mendapatkan variasi
pertemuan pada saat engage. Agar pada saat engage secara
rata dan perlahan, maka pada disc dilengkapi dengan cushion
plate.
Prinsip Kerja Main Clutch
Engage : Aliran oli bertekanan diatur oleh transmission control
valve masuk melalui port A menekan piston dan melawan
kekuatan spring/pegas, sehingga susunan disc dan plate akan
merapat (engage). Karena piston dan plate diikat oleh pin ke
transmission housing, maka disc akan menekan ring gear untuk
tidak berputar.
23
Dis-engage : Aliran oli bertekanan didrain lewat control valve
dimana return spring mendorong piston ke posisi semula dan
oli kembali ke case melalui port A.
2) Prosedur Pembongkaran dan Perakitan Main Clutch
Assy
Prosedur Pembongkaran
a) Melepas transmission assembly dari transfer case.
b) Melepas output shaft dan cover
c) Melepas speedometer drive gear
d) Melepas input shaft cage dan gear
e) Melepas cover dan brake assembly
f) Melepas coupling assembly
Konstruksi Main Clutch
Clutch terdiri dari bos, disc plate, permukaan clutch, damper
spring dan damper plate. Permukaan clutch terbuat dari bahan
wooven, molded dan sintered alloy yang dipasang dengan paku
keling pada kedua permukaan disc. Pada permukaan clutch
yang bergesekan terdapat alur untuk mendapatkan variasi
pertemuan pada saat engage. Agar pada saat engage secara
rata dan perlahan, maka pada disc dilengkapi dengan cushion
plate.
Prinsip Kerja Main Clutch
Engage : Aliran oli bertekanan diatur oleh transmission control
valve masuk melalui port A menekan piston dan melawan
kekuatan spring/pegas, sehingga susunan disc dan plate akan
merapat (engage). Karena piston dan plate diikat oleh pin ke
transmission housing, maka disc akan menekan ring gear untuk
tidak berputar.
23
Dis-engage : Aliran oli bertekanan didrain lewat control valve
dimana return spring mendorong piston ke posisi semula dan
oli kembali ke case melalui port A.
2) Prosedur Pembongkaran dan Perakitan Main Clutch
Assy
Prosedur Pembongkaran
a) Melepas transmission assembly dari transfer case.
b) Melepas output shaft dan cover
c) Melepas speedometer drive gear
d) Melepas input shaft cage dan gear
e) Melepas cover dan brake assembly
f) Melepas coupling assembly
kopetensi E
E. KOMPETENSI
Modul AMBR 011.20-1.A membentuk subkompetensi: (a)
mengidentifikasi main clutch assy, (b) mengidentifikasi direct/over drive
transmission assy, (c) mengidentifikasi torque conventer assy, (d)
mengidentifikasi power shift transmission assy, (e) mengidentifikasi
transfer case, (f) mengidentifikasi shifter, (g) mengidentifikasi axle dan
suspension, (h) mengidentifikasi final drive, (i) mengidentifikasi steering
clutch/brake, (j) mengidentifikasi air brake system, dan (k)
mengidentifikasi engine brake yang merupakan unsur untuk
membentuk kompetensi Melaksanakan Pekerjaan Dasar Power Train.
Uraian subkompetensi ini dijabarkan seperti di bawah ini.
B. KEGIATAN BELAJAR
1. Kegiatan Belajar 1 : Mengidentifikasi Main Clutch Assy
a. Tujuan Kegiatan Belajar 1
1) Peserta diklat dapat menjelaskan prinsip kerja dan konstruksi
main clutch assy.
2) Peserta diklat dapat menjelaskan prosedur pembongkaran dan
perakitan main clutch assy.
b. Uraian Materi 1
MAIN CLUTCH (KOPLING UTAMA)
Fungsi clutch :
1) Meneruskan/memutuskan tenaga dari engine ke transmisi
sehingga memungkinkan kendaraan untuk bergerak/berjalan
ataupun berhenti.
2) Untuk mempermudah melakukan perpindahan kecepatan
(transmission shifting) dan saat perlambatan/pengereman.
3) Memungkinkan kendaraan berhenti tanpa harus mematikan
engine, sementara gigi transmisi tetap terpasang/masuk.
Tipe-tipe Main Clutch :
1) Dry Type (Tipe Kering)
Kontak antara plate terjadi di dalam udara dan panas yang
terjadi akibat gesekan dilepas ke udara, sehingga struktur lebih
simpel dan kebocoran oli tidak ada.
2) Wet Type (Tipe Basah)
Kontak antara plate terjadi di dalam oli untuk mengurangi
keausan plate dan panas yang terjadi akibat gesekan dilepas di
dalam oli.
Tipe kopling berdasarkan banyaknya disc :
1) Single disc type (digunakan pada forklift),
2) Double disc type, dan
3) Multi disc type (3 atau lebih disc).
Konstruksi Main Clutch
Clutch terdiri dari bos, disc plate, permukaan clutch, damper
spring dan damper plate. Permukaan clutch terbuat dari bahan
wooven, molded dan sintered alloy yang dipasang dengan paku
keling pada kedua permukaan disc. Pada permukaan clutch yang
bergesekan terdapat alur untuk mendapatkan variasi pertemuan
pada saat engage. Agar pada saat engage secara rata dan
perlahan, maka pada disc dilengkapi dengan cushion plate.
Gambar 1. Konstruksi Main Clutch
Prinsip Kerja Main Clutch
Disc plate dipaku keling terhadap boss yang berhubungan pada
transmission drive shaft. Coil spring dipasang untuk mencegah
terjadinya shock waktu berputar pada saat meneruskan putaran
ke drive shaft sewaktu clutch engage. Dengan demikian getaran
Modul AMBR 011.20-1.A membentuk subkompetensi: (a)
mengidentifikasi main clutch assy, (b) mengidentifikasi direct/over drive
transmission assy, (c) mengidentifikasi torque conventer assy, (d)
mengidentifikasi power shift transmission assy, (e) mengidentifikasi
transfer case, (f) mengidentifikasi shifter, (g) mengidentifikasi axle dan
suspension, (h) mengidentifikasi final drive, (i) mengidentifikasi steering
clutch/brake, (j) mengidentifikasi air brake system, dan (k)
mengidentifikasi engine brake yang merupakan unsur untuk
membentuk kompetensi Melaksanakan Pekerjaan Dasar Power Train.
Uraian subkompetensi ini dijabarkan seperti di bawah ini.
B. KEGIATAN BELAJAR
1. Kegiatan Belajar 1 : Mengidentifikasi Main Clutch Assy
a. Tujuan Kegiatan Belajar 1
1) Peserta diklat dapat menjelaskan prinsip kerja dan konstruksi
main clutch assy.
2) Peserta diklat dapat menjelaskan prosedur pembongkaran dan
perakitan main clutch assy.
b. Uraian Materi 1
MAIN CLUTCH (KOPLING UTAMA)
Fungsi clutch :
1) Meneruskan/memutuskan tenaga dari engine ke transmisi
sehingga memungkinkan kendaraan untuk bergerak/berjalan
ataupun berhenti.
2) Untuk mempermudah melakukan perpindahan kecepatan
(transmission shifting) dan saat perlambatan/pengereman.
3) Memungkinkan kendaraan berhenti tanpa harus mematikan
engine, sementara gigi transmisi tetap terpasang/masuk.
Tipe-tipe Main Clutch :
1) Dry Type (Tipe Kering)
Kontak antara plate terjadi di dalam udara dan panas yang
terjadi akibat gesekan dilepas ke udara, sehingga struktur lebih
simpel dan kebocoran oli tidak ada.
2) Wet Type (Tipe Basah)
Kontak antara plate terjadi di dalam oli untuk mengurangi
keausan plate dan panas yang terjadi akibat gesekan dilepas di
dalam oli.
Tipe kopling berdasarkan banyaknya disc :
1) Single disc type (digunakan pada forklift),
2) Double disc type, dan
3) Multi disc type (3 atau lebih disc).
Konstruksi Main Clutch
Clutch terdiri dari bos, disc plate, permukaan clutch, damper
spring dan damper plate. Permukaan clutch terbuat dari bahan
wooven, molded dan sintered alloy yang dipasang dengan paku
keling pada kedua permukaan disc. Pada permukaan clutch yang
bergesekan terdapat alur untuk mendapatkan variasi pertemuan
pada saat engage. Agar pada saat engage secara rata dan
perlahan, maka pada disc dilengkapi dengan cushion plate.
Gambar 1. Konstruksi Main Clutch
Prinsip Kerja Main Clutch
Disc plate dipaku keling terhadap boss yang berhubungan pada
transmission drive shaft. Coil spring dipasang untuk mencegah
terjadinya shock waktu berputar pada saat meneruskan putaran
ke drive shaft sewaktu clutch engage. Dengan demikian getaran
modul alat berat
PERISTILAHAN / GLOSSARY
Air Brake System merupakan salah satu sistem rem yang sangat lazim
digunakan pada kendaraan alat berat. Sistem ini bekerja
menggunakan tekanan udara yang digunakan sebagai fluida
kerjanya.
Differential (diferensial) merupakan komponen sistem pemindah tenaga
yang berfungsi membedakan putaran roda kiri dan kanan untuk
menghilangkan gejala slip/tertariknya roda belakang pada saat
kendaraan berbelok.
Final Drive merupakan komponen sistem pemindah tenaga yang
mempunyai fungsi : a) meneruskan tenaga/gaya pengendaraan dari
axle shaft ke roda-roda penggerak, dan b) mereduksi kecepatan
putar axle shaft sebagai upaya untuk meningkatkan momen putar
pada roda.
Main Clutch (Kopling Utama) merupakan suatu komponen di dalam sistem
pemindah tenaga, terletak di antara mesin dan transmisi, berfungsi
untuk menghubungkan dan melepaskan tenaga dari mesin ke
transmisi agar perpindahan tenaga dan percepatan pada transmisi
berlangsung dengan lembut.
Power Train (Sistem Pemindah Tenaga) merupakan sejumlah mekanisme
dalam kendaraan yang berfungsi untuk meneruskan tenaga yang
dihasilkan oleh engine sampai ke roda-roda penggerak.
Shifter, juga disebut transmission control unit merupakan unit pengontrol
yang berfungsi untuk mengatur posisi transmisi ke arah kecepatan
maju, mundur, maupun netral.
xi
Torque converter merupakan suatu komponen power train yang bekerja
secara hidrolis, yang berfungsi Memindahkan power engine (momen
dan kecepatan) ke transmisi secara hidrolis. Torque Converter
merupakan salah satu tipe kopling yang bekerja secara hidrolis,
sehingga sering juga disebut sebagai fluid clutch.
Transfer merupakan salah satu komponen dalam sistem pemindah tenaga
yang berfungsi untuk meneruskan tenaga putaran dari poros output
transmisi ke axle shaft (poros roda) depan dan belakang dengan
menggunakan roda gigi transfer sebagai perantara.
1
BAB I
PENDAHULUAN
A.DESKRIPSI
Modul Melaksanakan Pekerjaan Dasar Power Train ini membahas
tentang beberapa hal penting yang perlu diketahui agar dapat
melakukan Melaksanakan Pekerjaan Dasar Power Train secara efektif,
efisien dan aman. Cakupan materi yang akan dipelajari dalam modul ini
meliputi : (a) mengidentifikasi main clutch assy, (b) mengidentifikasi
direct/over drive transmission assy, (c) mengidentifikasi torque
conventer assy, (d) mengidentifikasi power shift transmission assy, (e)
mengidentifikasi transfer case, (f) mengidentifikasi shifter, (g)
mengidentifikasi axle dan suspension, (h) mengidentifikasi final drive,
(i) mengidentifikasi steering clutch/brake, (j) mengidentifikasi air brake
system, dan (k) mengidentifikasi engine brake.
Modul ini terdiri atas sebelas kegiatan belajar. Kegiatan belajar 1
membahas tentang mengidentifikasi main clutch assy. Kegiatan belajar
2 membahas tentang mengidentifikasi direct/over drive transmission
assy. Kegiatan belajar 3 membahas tentang mengidentifikasi torque
conventer assy. Kegiatan belajar 4 membahas tentang mengidentifikasi
power shift transmission assy. Kegiatan belajar 5 membahas tentang
mengidentifikasi transfer case. Kegiatan belajar 6 membahas tentang
mengidentifikasi shifter. Kegiatan belajar 7 membahas tentang
mengidentifikasi axle dan suspension. Kegiatan belajar 8 membahas
tentang mengidentifikasi final drive. Kegiatan belajar 9 membahas
tentang mengidentifikasi steering clutch/brake. Kegiatan belajar 10
membahas tentang mengidentifikasi air brake system, dan Kegiatan
belajar 11 membahas tentang mengidentifikasi engine brake.
Setelah mempelajari modul ini peserta diklat diharapkan dapat
memahami cara Melaksanakan Pekerjaan Dasar Power Train.
2
B. PRASYARAT
Sebelum mempelajari modul AMBR 011.20-1.A (Melaksanakan
Pekerjaan Dasar Power Train) ini, peserta didik terlebih dahulu harus
menyelesaikan dan menguasai semua kompetensi yang terdapat dalam
modul AMBR 011.03-A, AMBR 011.04-A, AMBR 011.05-A, AMBR 011.07-
A, AMBR 011.15-A, AMBR 011.08-A, AMBR 011.13-A, AMBR 011.10-A,
AMBR 014.03-A, AMBR 011.01-A, AMBR 011.09-A, dan AMBR 011.12-A
dan modul-modul sebelumnya.
C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL
1. Petunjuk Bagi Peserta Diklat
Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal, dalam
menggunakan modul ini maka langkah-langkah yang perlu
dilaksanakan antara lain :
a. Bacalah dan pahami dengan seksama uraian-uraian materi yang
ada pada masing-masing kegiatan belajar. Bila ada materi yang
kurang jelas, peserta diklat dapat bertanya pada guru atau
instruktur yang mengampu kegiatan belajar.
b. Kerjakan setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahui
seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materimateri
yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar.
c. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktik,
perhatikanlah hal-hal berikut ini :
1). Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang berlaku.
2). Pahami setiap langkah kerja (prosedur praktikum) dengan
baik.
3). Sebelum melaksanakan praktikum, identifikasi (tentukan)
peralatan dan bahan yang diperlukan dengan cermat.
4). Gunakan alat sesuai prosedur pemakaian yang benar.
3
5). Untuk melakukan kegiatan praktikum yang belum jelas, harus
meminta ijin guru atau instruktur terlebih dahulu.
6). Setelah selesai, kembalikan alat dan bahan ke tempat semula.
d. Jika belum menguasai level materi yang diharapkan, ulangi lagi
pada kegiatan belajar sebelumnya atau bertanyalah kepada guru
atau instruktur yang mengampu kegiatan pemelajaran yang
bersangkutan.
2. Petunjuk Bagi Guru
Dalam setiap kegiatan belajar guru atau instruktur berperan untuk:
a. Membantu peserta diklat dalam merencanakan proses belajar.
b. Membimbing peserta diklat melalui tugas-tugas pelatihan yang
dijelaskan dalam tahap belajar.
c. Membantu peserta diklat dalam memahami konsep, praktik baru,
dan menjawab pertanyaan peserta diklat mengenai proses belajar
peserta diklat.
d. Membantu peserta diklat untuk menentukan dan mengakses
sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar.
e. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
f. Merencanakan seorang ahli / pendamping guru dari tempat kerja
untuk membantu jika diperlukan.
D.TUJUAN AKHIR
Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam
modul ini peserta diklat diharapkan mampu :
1. Mengidentifikasi Main Clutch Assy,
2. Mengidentifikasi Direct/Over Drive Transmission Assy,
3. Mengidentifikasi Torque Conventer Assy,
4. Mengidentifikasi Power Shift Transmission Assy,
5. Mengidentifikasi Transfer Case,
4
6. Mengidentifikasi Shifter,
7. Mengidentifikasi Axle dan Suspension,
8. Mengidentifikasi Final Drive,
9. Mengidentifikasi Steering Clutch/Brake,
10. Mengidentifikasi Air Brake System, dan
11. Mengidentifikasi Engine Brake.
Air Brake System merupakan salah satu sistem rem yang sangat lazim
digunakan pada kendaraan alat berat. Sistem ini bekerja
menggunakan tekanan udara yang digunakan sebagai fluida
kerjanya.
Differential (diferensial) merupakan komponen sistem pemindah tenaga
yang berfungsi membedakan putaran roda kiri dan kanan untuk
menghilangkan gejala slip/tertariknya roda belakang pada saat
kendaraan berbelok.
Final Drive merupakan komponen sistem pemindah tenaga yang
mempunyai fungsi : a) meneruskan tenaga/gaya pengendaraan dari
axle shaft ke roda-roda penggerak, dan b) mereduksi kecepatan
putar axle shaft sebagai upaya untuk meningkatkan momen putar
pada roda.
Main Clutch (Kopling Utama) merupakan suatu komponen di dalam sistem
pemindah tenaga, terletak di antara mesin dan transmisi, berfungsi
untuk menghubungkan dan melepaskan tenaga dari mesin ke
transmisi agar perpindahan tenaga dan percepatan pada transmisi
berlangsung dengan lembut.
Power Train (Sistem Pemindah Tenaga) merupakan sejumlah mekanisme
dalam kendaraan yang berfungsi untuk meneruskan tenaga yang
dihasilkan oleh engine sampai ke roda-roda penggerak.
Shifter, juga disebut transmission control unit merupakan unit pengontrol
yang berfungsi untuk mengatur posisi transmisi ke arah kecepatan
maju, mundur, maupun netral.
xi
Torque converter merupakan suatu komponen power train yang bekerja
secara hidrolis, yang berfungsi Memindahkan power engine (momen
dan kecepatan) ke transmisi secara hidrolis. Torque Converter
merupakan salah satu tipe kopling yang bekerja secara hidrolis,
sehingga sering juga disebut sebagai fluid clutch.
Transfer merupakan salah satu komponen dalam sistem pemindah tenaga
yang berfungsi untuk meneruskan tenaga putaran dari poros output
transmisi ke axle shaft (poros roda) depan dan belakang dengan
menggunakan roda gigi transfer sebagai perantara.
1
BAB I
PENDAHULUAN
A.DESKRIPSI
Modul Melaksanakan Pekerjaan Dasar Power Train ini membahas
tentang beberapa hal penting yang perlu diketahui agar dapat
melakukan Melaksanakan Pekerjaan Dasar Power Train secara efektif,
efisien dan aman. Cakupan materi yang akan dipelajari dalam modul ini
meliputi : (a) mengidentifikasi main clutch assy, (b) mengidentifikasi
direct/over drive transmission assy, (c) mengidentifikasi torque
conventer assy, (d) mengidentifikasi power shift transmission assy, (e)
mengidentifikasi transfer case, (f) mengidentifikasi shifter, (g)
mengidentifikasi axle dan suspension, (h) mengidentifikasi final drive,
(i) mengidentifikasi steering clutch/brake, (j) mengidentifikasi air brake
system, dan (k) mengidentifikasi engine brake.
Modul ini terdiri atas sebelas kegiatan belajar. Kegiatan belajar 1
membahas tentang mengidentifikasi main clutch assy. Kegiatan belajar
2 membahas tentang mengidentifikasi direct/over drive transmission
assy. Kegiatan belajar 3 membahas tentang mengidentifikasi torque
conventer assy. Kegiatan belajar 4 membahas tentang mengidentifikasi
power shift transmission assy. Kegiatan belajar 5 membahas tentang
mengidentifikasi transfer case. Kegiatan belajar 6 membahas tentang
mengidentifikasi shifter. Kegiatan belajar 7 membahas tentang
mengidentifikasi axle dan suspension. Kegiatan belajar 8 membahas
tentang mengidentifikasi final drive. Kegiatan belajar 9 membahas
tentang mengidentifikasi steering clutch/brake. Kegiatan belajar 10
membahas tentang mengidentifikasi air brake system, dan Kegiatan
belajar 11 membahas tentang mengidentifikasi engine brake.
Setelah mempelajari modul ini peserta diklat diharapkan dapat
memahami cara Melaksanakan Pekerjaan Dasar Power Train.
2
B. PRASYARAT
Sebelum mempelajari modul AMBR 011.20-1.A (Melaksanakan
Pekerjaan Dasar Power Train) ini, peserta didik terlebih dahulu harus
menyelesaikan dan menguasai semua kompetensi yang terdapat dalam
modul AMBR 011.03-A, AMBR 011.04-A, AMBR 011.05-A, AMBR 011.07-
A, AMBR 011.15-A, AMBR 011.08-A, AMBR 011.13-A, AMBR 011.10-A,
AMBR 014.03-A, AMBR 011.01-A, AMBR 011.09-A, dan AMBR 011.12-A
dan modul-modul sebelumnya.
C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL
1. Petunjuk Bagi Peserta Diklat
Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal, dalam
menggunakan modul ini maka langkah-langkah yang perlu
dilaksanakan antara lain :
a. Bacalah dan pahami dengan seksama uraian-uraian materi yang
ada pada masing-masing kegiatan belajar. Bila ada materi yang
kurang jelas, peserta diklat dapat bertanya pada guru atau
instruktur yang mengampu kegiatan belajar.
b. Kerjakan setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahui
seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materimateri
yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar.
c. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktik,
perhatikanlah hal-hal berikut ini :
1). Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang berlaku.
2). Pahami setiap langkah kerja (prosedur praktikum) dengan
baik.
3). Sebelum melaksanakan praktikum, identifikasi (tentukan)
peralatan dan bahan yang diperlukan dengan cermat.
4). Gunakan alat sesuai prosedur pemakaian yang benar.
3
5). Untuk melakukan kegiatan praktikum yang belum jelas, harus
meminta ijin guru atau instruktur terlebih dahulu.
6). Setelah selesai, kembalikan alat dan bahan ke tempat semula.
d. Jika belum menguasai level materi yang diharapkan, ulangi lagi
pada kegiatan belajar sebelumnya atau bertanyalah kepada guru
atau instruktur yang mengampu kegiatan pemelajaran yang
bersangkutan.
2. Petunjuk Bagi Guru
Dalam setiap kegiatan belajar guru atau instruktur berperan untuk:
a. Membantu peserta diklat dalam merencanakan proses belajar.
b. Membimbing peserta diklat melalui tugas-tugas pelatihan yang
dijelaskan dalam tahap belajar.
c. Membantu peserta diklat dalam memahami konsep, praktik baru,
dan menjawab pertanyaan peserta diklat mengenai proses belajar
peserta diklat.
d. Membantu peserta diklat untuk menentukan dan mengakses
sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar.
e. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
f. Merencanakan seorang ahli / pendamping guru dari tempat kerja
untuk membantu jika diperlukan.
D.TUJUAN AKHIR
Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam
modul ini peserta diklat diharapkan mampu :
1. Mengidentifikasi Main Clutch Assy,
2. Mengidentifikasi Direct/Over Drive Transmission Assy,
3. Mengidentifikasi Torque Conventer Assy,
4. Mengidentifikasi Power Shift Transmission Assy,
5. Mengidentifikasi Transfer Case,
4
6. Mengidentifikasi Shifter,
7. Mengidentifikasi Axle dan Suspension,
8. Mengidentifikasi Final Drive,
9. Mengidentifikasi Steering Clutch/Brake,
10. Mengidentifikasi Air Brake System, dan
11. Mengidentifikasi Engine Brake.
Jumat, 01 Oktober 2010
SEJARAH KOMATSU
PT Adaro Energy Tbk bersama PT United Tractor Tbk dan Komatsu Ltd akan melaksanakan proyek bahan bakar biodiesel di Indonesia. Proyek ini bertujuan menciptakan operasi tambang yang ramah lingkungan yang berkelanjutan. PT Adaro Indonesia adalah perusahaan pertambangan batu bara yang 100 persen sahamnya dimiliki Adaro Energy. Perusahaan pertambangan yang berlokasi di Kabupaten Tanjung, Kalimantan Selatan, ini memproduksi 42 juta ton batu bara per tahun atau kedua terbesar di Indonesia setelah Bumi Resources Tbk.
Produksi batu bara Indonesia sekitar 220 juta ton per tahun dengan 160 juta ton diekspor. Sekretaris Perusahaan Adaro Andre J Mamuaya, mengatakan, proyek Biodiesel Fuel itu akan dimulai pada Maret 2010.
Proyek ini akan dimulai dengan memproduksi bahan bakar biodiesel dari jarak (jatropha) dan tanaman bahan baku biodiesel lainnya, serta mengoperasikan truk pembuang (dump truck) Komatsu berkapasitas 90 ton berbahan bakar biodiesel di tambang batu bara Adaro Indonesia. Sekretaris Perusahaan United Tractor Sara Loebis menerangkan, Komatsu akan mendirikan pabrik bahan bakar biodiesel dengan kapasitas 1-2 juta ton per hari di areal konsesi tambang batu bara Adaro Indonesia. Di lokasi yang sama, Komatsu juga akan membangun laboratorium untuk menjamin kualitas biodiesel yang diproduksi. Sebagai produsen alat berat, Komatsu juga akan memberikan garansi operasi atas truk pembuang Komatsu yang menggunakan biodiesel dalam proyek ini.
Adapun Adaro akan menanam jarak dan tanaman bahan baku pada area reklamasinya dan menghasilkan biodiesel dari buah jarak itu. Biodiesel yang dihasilkan akan digunakan untuk bahan bakar truk pembuang Komatsu yang beroperasi di tambang batu bara Adaro. Adapun United Tractor sebagai distributor Komatsu di Indonesia akan menyediakan jasa suku cadang pendukung bagi truk pembuang Komatsu yang menggunakan biodiesel.
Target dari proyek ini adalah untuk mengoperasikan 100 unit truk pembuang Komatsu pada tahun 2012 dan seterusnya. Ketika 20 persen dari bahan bakar diesel diganti dengan biodiesel untuk 100 unit truk pembuang, diperkirakan 8.000 ton biodiesel akan dipergunakan setiap tahun. Penggunaan biodiesel sebanyak itu berkontribusi mengurangi sekitar 20.000 ton emisi karbon dioksida (CO2) atau kurang lebih setara dengan 10 persen emisi CO2 yang dihasilkan pabrik Komatsu di Jepang. Keberhasilan proyek ini dalam mengurangi emisi dinilai akan menjadi tonggak prestasi yang ingin dicapai Komatsu. ”Ini adalah proyek Komatsu yang pertama, memproduksi dan menggunakan biodiesel dengan bahan baku jarak,” ujar Sara. (**/SS)
Produksi batu bara Indonesia sekitar 220 juta ton per tahun dengan 160 juta ton diekspor. Sekretaris Perusahaan Adaro Andre J Mamuaya, mengatakan, proyek Biodiesel Fuel itu akan dimulai pada Maret 2010.
Proyek ini akan dimulai dengan memproduksi bahan bakar biodiesel dari jarak (jatropha) dan tanaman bahan baku biodiesel lainnya, serta mengoperasikan truk pembuang (dump truck) Komatsu berkapasitas 90 ton berbahan bakar biodiesel di tambang batu bara Adaro Indonesia. Sekretaris Perusahaan United Tractor Sara Loebis menerangkan, Komatsu akan mendirikan pabrik bahan bakar biodiesel dengan kapasitas 1-2 juta ton per hari di areal konsesi tambang batu bara Adaro Indonesia. Di lokasi yang sama, Komatsu juga akan membangun laboratorium untuk menjamin kualitas biodiesel yang diproduksi. Sebagai produsen alat berat, Komatsu juga akan memberikan garansi operasi atas truk pembuang Komatsu yang menggunakan biodiesel dalam proyek ini.
Adapun Adaro akan menanam jarak dan tanaman bahan baku pada area reklamasinya dan menghasilkan biodiesel dari buah jarak itu. Biodiesel yang dihasilkan akan digunakan untuk bahan bakar truk pembuang Komatsu yang beroperasi di tambang batu bara Adaro. Adapun United Tractor sebagai distributor Komatsu di Indonesia akan menyediakan jasa suku cadang pendukung bagi truk pembuang Komatsu yang menggunakan biodiesel.
Target dari proyek ini adalah untuk mengoperasikan 100 unit truk pembuang Komatsu pada tahun 2012 dan seterusnya. Ketika 20 persen dari bahan bakar diesel diganti dengan biodiesel untuk 100 unit truk pembuang, diperkirakan 8.000 ton biodiesel akan dipergunakan setiap tahun. Penggunaan biodiesel sebanyak itu berkontribusi mengurangi sekitar 20.000 ton emisi karbon dioksida (CO2) atau kurang lebih setara dengan 10 persen emisi CO2 yang dihasilkan pabrik Komatsu di Jepang. Keberhasilan proyek ini dalam mengurangi emisi dinilai akan menjadi tonggak prestasi yang ingin dicapai Komatsu. ”Ini adalah proyek Komatsu yang pertama, memproduksi dan menggunakan biodiesel dengan bahan baku jarak,” ujar Sara. (**/SS)
Langganan:
Postingan (Atom)